PENGARUH PUBLIKASI LAPORAN KEUANGAN TAHUNAN TERHADAP HARGA DAN VOLUME PERDAGANGAN SAHAM DI BEJ TAHUN 1998

ABSTRACT

Publication of annual financial reports is a means of information presented for investor to make decisions on their investment.

This research is designed as an empirical research intended to find out the market reaction, resulting from the publication of the annual financial reports.

The market reaction is shown form the abnormal return and abnormal volume calculated based on the market approach. The sample is selected through judgement sampling of 36 active shares and liquid traded at Jakarta Stock Exchange between 1997 and 1998, with daily data covering shares prices, composite index, shares volume listed and traded.

The research methodology utilized is event study with estimation period of 110 days and window period of 21 days around the date of publication of the annual financial reports.

The assessment of the hypotesis though parametric and non-parametric statisitics significantly showed that the publication of the annual financial reports influenced the prices and volume of shares trading. The assessment also showed that Jakarta Stock Exchange fulfiled the form of semi strong form efficient market for 1998.

Key words : Annual financial reports; Abnormal returns; Abnormal volume

PENDAHULUAN

Laporan keuangan dapat menyajikan informasi yang relevan dengan model keputusan yang digunakan oleh investor dalam membuat keputusan buy, hold, atau sell saham. Penelitian yang dilakukan oleh Chang, Most, dan Brain (1983) menunjukkan pentingnya laporan keuangan tahunan perusahaan sebagai suatu informasi untuk keputusan investasi.

Informasi yang disediakan oleh akuntansi, ialah informasi keuangan mengenai kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan, yang dapat digunakan oleh para pemakainya sesuai kepentingan masing-masing. Para pemakai informasi akuntansi yang dimaksud, ialah pemilik perusahaan, pemasok, investor, kreditor, manajemen, pemerintah, dan anggota masyarakat lainnya. Di antara pemakai informasi akuntansi (laporan keuangan) yang disebutkan di atas pemakai yang paling berkepentingan ialah investor dan kreditor. Ini berarti, informasi akuntansi yang disajikan melalui media laporan keuangan lebih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan investor dan kreditor dibandingkan dengan pemakai ekstern lainnya.

Banyak buku literatur diantaranya Jones (1996) menyatakan pasar modal dalam bentuk efisien berkenaan dengan suatu sistem informasi, dimana harga saham secara penuh merefleksikan sistem informasi tersebut. Dalam pasar yang efisien, harga bereaksi dengan cepat terhadap informasi yang relevan. Informasi baru tersebut kemudian akan masuk ke dalam dan membentuk harga sekuritas, dengan demikian tidak akan diperoleh keuntungan abnormal yang konsisten.

Pendapat Epps dan Epps yang dikutip dari Byung T (1981) menyatakan jika informasi akuntansi dari perusahaan mampu mempengaruhi pengharapan investor atas prospek suatu usaha, maka tentunya akan menimbulkan ketidakseimbangan sementara dalam pasar modal. Ketidakseimbangan ini akan menyebabkan investor melakukan pembelian dan penjualan saham untuk memaksimalkan kepuasannya.

Suad Husnan et. al (1994), memberikan bukti empiris bahwa nampaknya laporan keuangan dipergunakan oleh investor dalam kegiatan perdagangan di Bursa Efek Jakarta. Kegiatan perdagangan relatif pada hari pengumuman laporan keuangan lebih tinggi dibandingkan dengan kegiatan di luar pengumuman laporan keuangan. Antisipasi investor terhadap laporan keuangan sudah terlihat sebelum pengumuman laporan keuangan. Laporan keuangan bulan Desember mempunyai dampak yang lebih besar dibandingkan laporan keuangan bulan Maret terhadap perdagangan relatif.

Jika investor di Indonesia sadar bahwa dia dapat memperoleh abnormal return dari investasinya dengan memanfaatkan informasi publik maka tentunya investor akan memanfaatkan informasi tersebut untuk memaksimalkan kepuasannya. Jadi informasi publik akan mempengaruhi pengambilan keputusan investor. Tindakan yang diambil oleh investor dengan adanya publikasi laporan keuangan akan tercermin pada tingkat fluktuasi harga saham dan volume perdagangan saham setelah publikasi laporan keuangan.

Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan di atas, masalah pokok dalam penelitian ini ialah : apakah laporan keuangan tahunan mempunyai kandungan informasi ? Dengan kata lain apakah informasii akuntansi yang diterbitkan mempengaruhi harga dan volume perdagangan saham ?

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empirik bahwa :

1. Informasi laporan keuangan tahunan bermanfaat dan mempunyai pengaruh terhadap perubahan harga dan volume perdagangan saham di pasar modal.

2. Dengan melakukan pengamatan perubahan harga saham dan volume perdagangan di sekitar waktu diterbitkannya laporan keuangan tahunan, penelitian ini juga bertujuan untuk membuktikan efisiensi Bursa Efek Jakarta dalam menyerap informasi akuntansi yang masuk dalam pasar.

TINJAUAN TEORITIS

Review Penelitian Terdahulu

Penelitian manfaat informasi akuntansi di sekitar pengumuman laporan keuangan studi pendahuluan mengenai pengumuman laporan keuangan dilakukan oleh Ball & Brown (1968) di New York Stock Exchange dengan sampel 261 saham perusahaan dan periode studi tahun 1946 – 1966 untuk melihat pengaruh perubahan informasi laba terhadap perilaku investor, yang diukur dengan tingkat abnormal return saham. Perubahan laba diklasifikasikan atas perubahan positif (berita baik) dan penurunan laba (berita buruk). Hasil penelitiannya ialah memang terdapat hubungan antar informasi tentang perubahan laba dan aliran kas dan abnormal return saham. Setelah laporan tahunan dipublikasikan, indeks harga saham menjadi mendatar dari bulan ke nol sampai bulan ke 6, yaitu harga sepenuhnya telah bereaksi atas seluruh informasi laba, sehingga tidak dapat diandalkan lagi sebagai pedoman perdagangan yang menguntungkan. Reaksi pasar atas laporan tahunan tampaknya hanya sedikit bahkan tidak ada, sehingga dilihat dari segi pasar laporan tahunan tidak relevan dan tidak memberikan informasi baru di dalamnya.

Beaver (1968) menguji pengaruh kandungan informasi dari laporan keuangan terhadap volume transaksi dan pergerakkan harga saham. Periode studi tahun 1961 – 1965 dan digunakan sampel 143 perusahaan ; dengan hasilnya ialah volume transaksi meningkat secara drastis disekitar tanggal pengumuman, tetapi terjadi transaksi dibawah normal selama 8 minggu sebelum pengumuman. Perubahan harga terjadi pada saat minggu pengumuman (minggu nol), yaitu meningkat sebesar 67% dibandingkan rata-rata non report period dan perubahan volume perdagangan meningkat sebesar 33% dibandingkan rata-rata non period report.

Morse (1981) melakukan penelitian terhadap reaksi harga dan volume perdagangan saham di seputar pengumuman laba. Sampel yang digunakan dalam penelitiannya adalah 25 saham yang terdaftar di pasar modal (20 saham di NYSE dan 5 saham ASE) dan 25 saham yang diperdagangakan di OTC. Data yang digunakan meliputi data harga dan volume perdagangan saham selama kurun waktu 4 tahun dari tahun 1973 hingga 1976. Periode jendela yang digunakan dalam mengamati perubahan harga dan volume perdagangan yaitu 15 hari sebelum dan sesudah pengumuman laba. Hasil penelitian menunjukkan perubahan harga dan volume perdagangan secara signifikan terjadi satu hari sebelum pengumuman hingga pada saat diumumkannya Wall Streets Journal.

Bamber (1987) melakukan penelitian terhadap reaksi pasar setelah publikasi laba tahunan selama kurun waktu 1977-1979. Penelitian dilakukan terhadap publikasi laba tahunan dari 279 perusahaan yang dipilih secara random dari Value Line Investment Survey. Reaksi pasar dilihat dari ada tidaknya unexpected earning maupun volume transaksi yang di atas normal. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya reaksi pasar atas publikasi laba dan ada hubungan yang positif antara unexpected trading volume dengan besarnya unexpected earning.

Bamber juga (1989) melakukan penelitian reaksi pasar setelah publikasi laba kuartalan dengan metode yang hampir sama. Data yang digunakan adalah 900 publikasi laba kuartalan dari 195 perusahaan selama kurun waktu 1977 – 1989. Hasil penelitian ini juga menunjukkan adanya reaksi pasar setelah publikasi laba kuartalan. Bamber juga berhasil menunjukkan bahwa nilai absolut dari unexpected earnings berhubungan dengan besarnya, lamanya unexpected trading volume.

Stice (1991) meneliti efisiensi pasar terhadap laba yang tercantum dalam 10-K dan 10-Q. Sampel penelitian yang digunakan adalah 342 perusahaan yang menyerahkan 10-K dan 10-Q ke SEC paling lambat 4 hari sebelum laba tahunan dipublikasikan melalui The Wall Street Journal. Dalam melihat signifikan tidaknya unexpected earning dan unexpected trading volume digunakan asymptotic standard normal distribution. Penelitian Stice menunjukkan adanya reaksi setelah publikasi laba tahunan melalui The Wall Street Journal. Jadi metode publikasi ternyata mempengaruhi apakah suatu informasi akan segera tercermin pada harga saham.

Cready dan Mynatt (1991) meneliti dan menginterpretasikan respon pasar saham di sekitar tanggal penerbitan laporan tahunan. Sampel penelitian yang digunakan adalah 320 perusahaan yang dipilih secara random dengan kurun waktu tahun 1981 – 1983. Penelitian Cready membuktikan laporan tahunan digunakan oleh investor di dalam membuat keputusan investasi dan laporan tahunan mempunyai manfaat sosial bagi investor. Respon perdagangan saham terhadap laporan tahunan nampak relatif lama hingga 7 hari setelah tanggal laporan.

Abdelsalam dan Satin (1991) meneliti pengaruh publikasi laporan keuangan perusahaan terhadap volume perdagangan saham pada suatu thin market. Sampel penelitian yang digunakan adalah 28 perusahaan untuk tahun 1985 dan 20 perusahaan untuk tahun 1986. Sampel dikelompokkan dalam 4 sektor yaitu keuangan, industri, jasa dan pertanian selain itu kelompokkan juga ke dalam kelompok laba naik dan turun serta dikelompokan pula ke dalam kelompok deviden naik, tetap, dan turun. Hasil penelitiannya menunjukkan penerbitan laporan keuangan tahunan mempunyai pengaruh yang cukup kecil terhadap volume perdagangan saham.

Husnan et. Al (1996) meneliti dampak pengumuman laporan keuangan terhadap kegiatan perdagangan saham dan variabilitas tingkat keuntungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laporan keuangan tampaknya dipergunakan investor dalam kegiatan perdagangan di Bursa Efek Jakarta. Kegiatan perdagangan relatif pada hari pengumuman laporan keuangan lebih tinggi dibandingkan dengan kegiatan di luar pengumuman laporan keuangan. Laporan keuangan tidak mempunyai pengaruh yang berarti terhadap variabilitas tingkat keuntungan untuk bulan Desember tetapi untuk bulan Maret pengatuh tersebut signifikan dengan melihat perbedaan yang signifikan antara periode sebelum dengan sesudah laporan keuangan. Hasil ini disebabkan karena laporan keuangan bulan Maret memberikan informasi baru yang mengakibatkan ketidakpastian yang lebih tinggi dibandingkan laporan keuangan Desember.

Tujuan dan Keterbatasan Informasi Akuntansi

Paton dan Littleton menyatakan kebutuhan akuntansi di dunia bisnis disebabkan oleh adanya pemisahan pemilik perusahaan dengan pengelola perusahaan. Sehingga akuntansi yang berawal dari pencatatan dan penyajian untuk pemilik menjadi alat pertanggungjawaban pada absentee investor. Selain itu, mereka menyatakan penyajian informasi akuntansi juga menyangkut pertanggungjawaban perusahaan (terlebih perusahaan besar) kepada pihak-pihak selain investor, seperti karyawan, pelanggan, pemerintah, dan masyarakat luas. Dengan landasan pemikiran demikian, Patton dan Littleton menyimpulkan :

The purpose of accounting is to furnish financial data concerning a bussiness enterprise, compiled and presented to meet the need of management, investor, and the public (1970, hal.1).

FASB melalui APB No. 4 menyatakan bahwa :

Accounting is a service activity. It’s function is to provide quantitative information, primarily financial in nature, about economic entities that is intended to be useful in making economic decisions in making reasoned choices among alternative course of action (1970, par.40).

Lebih lanjut lagi FASB menyatakan bahwa tujuan akuntansi keuangan dan laporan keuangan adalah :

To provide quantitative financial information about a bussiness enterprise that is useful to statement users, particularly owners and creditors, in making economic decisions (1970, par. 73).

FASB menyatakan bahwa fungsi informasi akuntansi adalah sebagai alat bantu untuk pengambilan keputusan, laporan keuangan harus berperan lebih dari sekedar alat pertangggungjawaban.

Melalui SFAC No.1, FASB kembali menekankan pentingnya informasi akuntansi untuk membantu pengambilan keputusan ekonomi dan bisnis. Dalam SFAC No. 1 diuraikan tujuan pelaporan keuangan adalah :

Should provide information that is useful to present and potential investors and creditors and other users in making rational investment, credit, and similar decisions; (1970, par. 34)

Should provide information to help present and potential investors and creditors and other users in assessing the amounts, timing, and uncertainty of prospective cash receipts from devidens or interest and the proceeds from sale, redemption, or maturity of securities or loans; (1970, par. 37)

Should provide information about the economic resources of an enterprise, the claims to those resources (obligations of the enterprise to transfer resources to other entities and owners equity), and the effect of transactions, events, and circumtances that change its resources and claims to those resources (1970, par. 40).

Perlu diketahui bahwa pelaporan keuangan tidak sama dengan laporan keuangan. Laporan keuangan (financial statement) adalah salah satu jenis dari pelaporan keuangan (financial reporting).

Dari uraian mengenai tujuan akuntansi dan pelaporan keuangan di atas, dapat disimpulkan agar laporan keuangan yang mereka audit dapat menjadi alat yang berguna untuk keputusan investasi di pasar modal.

Dengan usaha memahami kebutuhan pemakai informasi supaya laporan keuangan benar-benar bermanfaat bagi para partisipan dalam pasar modal, FASB merumuskan karakteristik kualitatif yang harus dimiliki oleh suatu laporan keuangan. Dalam APB No. 4 (1970, par. 87-94) diuraikan 7 tujuan kualitatif yang mesti melekat pada laporan keuangan supaya berguna untuk pengambilan keputusan. Ketujuh karakteristik tersebut adalah : relevan (tujuan kualitatif yang utama), dapat dimengerti (understandability), dapat diverifikasi (verifiability), netral (neutrality), ketepatan waktu (timeliness), daya banding (comparability), dan kelengkapan (completeness)

Melalui SFAC No. 1, FASB menyatakan bahwa untuk dapat berguna bagi pengambilan keputusan, informasi akuntansi harus memiliki karakteristik utama yaitu relevan dan reliable. Informasi yang relevan adalah informasi yang mempunyai nilai prediksi, nilai umpan balik, dan disajikan tepat waktu. Sementara informasi yang dapat diandalkan adalah informasi yang verifiable, netral dan mampu menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Selain itu harus dipertimbangkan juga manfaat dan biayanya serta daya banding dan materialitas dari informasi yang bersangkutan.

Menurut Foster (1986, hal. 76), suatu informasi bermanfaat jika informasi tersebut mempunyai makna bagi pemakainya. Ada 3 faktor yang mempengaruhi makna dari penyajian informasi, yaitu :

· Ekspektasi pasar modal mengenai makna dan waktu dari penyajian informasi.

· Implikasi dari informasi yang disajikan terhadap distribusi return di masa yang akan datang.

· Kredibilitas sumber informasi.

Akuntan publik sebagai penilai kewajaran laporan keuangan berperan untuk meningkatkan kredibilitas laporan keuangan tersebut.

Informasi akuntansi melalui laporan keuangan hanyalah salah satu jenis informasi yang diperlukan oleh investor. Namun laporan keuangan memiliki keunggulan komparatif dibandingkan informasil lain, karena :

· Lebih berhubungan langsung dengan variabel-variabel yang diperlukan.

· Sumber informasi yang cukup dapat diandalkan, sebab dilaksanakannya audit atas laporan keuangan oleh auditor.

· Sumber informasi yang tersedia dengan biaya rendah bagi investor dan masyarakat.

· Cukup tepat waktu. (Foster, 1986, hal. 10)

Perlu diketahui, ada keterbatasan yang melekat pada informasi akuntansi, seperti termuat dalam SFAC No. 1 (1978, par. 17-23), yaitu :

· Lebih banyak menyajikan informasi keuangan, tidak mengungkapkan informasi non keuangan.

· Informasi yang disediakan lebih memusatkan pada perusahaan sebagai individu, tidak menyajikan informasi mengenai industri dan perekonomian secara keseluruhan.

· Informasi lebih banyak dihasilkan dari taksiran.

· Informasi terbatas pada informasi masa lalu.

· Hanya salah satu sumber informasi bagi investor.

· Ada biaya untuk menggunakan dan menyajikan informasi akuntansi.

Pasar Modal Efisien

Sebelum membicarakan bentuk-bentuk pasar yang efisien (efficient markets forms) terlebih dahulu akan dijelaskan pengertian dari pasar yang efisien (efisien market). Pada dasarnya terdapat dua jenis efisiensi pasar modal, yaitu efisiensi internal dan efisiensi eksternal. Efisiensi pasar modal merupakan salah satu indikator untuk menentukan kualitas suatu pasar modal (Reilly[ 1989, hal. 75-76]). Semakin tinggi derajat efisiensinya, maka pasar modal tersebut akan semakin baik.

Pasar modal akan semakin memiliki efisiensi internal apabila biaya transaksi dalam perdagangan sekuritas semakin rendah. Jadi efisiensi ini dikaitkan dengan besarnya biaya untuk melakukun pembelian atau penjualan sekuritas. Sementara itu derajat efisiensi eksternal akan ditentukan oleh kecepatan penyesuaian harga sekuritas di pasar modal, terhadap informasi baru. Dengan kata lain, apabila harga sekuritas-sekuritas di pasar modal mencerminkan semua informasi yang ada (dan berhubungan dengan sekuritas-sekuritas tersebut), maka pasar modal akan memiliki efisiensi eksternal yang semakin tinggi. Dari pengertian efisiensi eksternal tersebut, maka bisa disimpulkan bahwa jenis efisiensi ini akan dikaitkan dengan informasi. Artinya, efisiensi pasar modal akan diukur secara informasional. Pembahasan selanjutnya akan difokuskan pada jenis efisiensi ini.

Foster (1986, hal. 301-303) mengemukakan beberapa faktor yang diduga mampu mempengaruhi efisiensi pasar modal, serta karakteristik dari konsep pasar modal efisien. Efisiensi pasar modal diduga akan dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut : (1) Tingkat persaingan antar analis sekuritas di pasar modal, (2) Jumlah analisis yang melakukan penilaian terhadap sekuritas-sekuritas di pasar modal, dan (3) Kuantitas dan kualitas informasi yang diterbitkan oleh emiten.

Sementara itu karakteristik-karakteristik dari konsep pasar modal adalah : (1) Proses penentuan efisiensi pasar modal akan berhubungan dengan variabel-variabel pasar agregat (aggregate market variables), seperti harga sekuritas dan tingkat keuntungan sekuritas, (2) Konsep pasar modal efisien memusatkan perhatian pada hubungan ex-ante (yang sudah terjadi) antara distribusi tingkat keuntungan sekuritas dengan isi dari berbagai informasi yang ada, dan (3)Penentuan efisiensi pasar modal akan dikaitkan dengan informasi-informasi. Derajat efisinesi pasar modal akan ditentukan oleh jenis informasi yang digunakan dalam penilaian efisiensi pasar modal tersebut.

Berdasarkan jenis informasi yang digunakan sebagai dasar penilaian maka efisiensi pasar modal dapat digolongkan ke dalam tiga bentuk atau tingkatan, yaitu efisiensi bentuk lemah (weak form efficiency), efisiensi bentuk setengah kuat (semi-strong form efficiency), dan efisiensi bentuk kuat (strong form efficiency).

Hipotesa Pasar Efisien

Analisis terhadap harga saham di pasar modal hanya mungkin memberikan hasil yang akurat bila pasar modal itu sendiri dalam keadaan efisien. Bila harga saham ditentukan hanya sekelompok pelaku pasar tertentu, maka harga tersebut tentu bukan merupakan harga yang wajar, yang merupakan hasil perimbangan permintaan dan penawaran. Pendekatan analisis dengan menggunakan informasi pasar yang efisien disebut pendekatan manajemen investasi pasif (passive management – investment approach) (Foster[1986, hal.311]).

Konsep pasar efisien menyatakan bahwa dalam pasar modal yang efisien, harga saham merefleksikan seluruh informasi relevan yang terserdia. Jones (1996, hal. 269) menyebutkan definisi pasar modal efisien sebagai berikut :

An efficient markets (EM) is one in which the prices of all securities quickly and fully reflect all available information about the assets.

Definisi tersebut terdiri dari 3 inti pengertian , yaitu : fully reflect berarti bahwa harga sekarang suatu saham berkaitan dengan seluruh informasi yang diketahui di dalam harga, termasuk bukan hanya informasi masa lalu tetapi juga informasi sekarang beserta kejadian-kejadian yang sudah diumumkan namun masih transparan, quickly and accurately para pemodal akan menerima informasi yang akurat dalam waktu secepat mungkin melalui media informasi apa saja, contohnya di Amerika Serikat informasi penting akan diterima oleh para pemodal paling satu hari setelah tanggal pengumuman. Accurately tidak berarti bahwa penyesuaian harga harus sempurna, melainkan tidak bias artinya nilai yang diharapkan dari kekeliruan penyesuaian (adjustment error) adalah nol. Konsep ini tidak mengharuskan terjadi harga keseimbangan baru (new equilibrium price) melainkan hanya suatu estimasi yang tidak bias mengenai harga keseimbangan baru setelah para pemodal memasukkan seluruh informasi tersebut ke dalam analisis mereka.

Suatu pasar modal dikatakan efisien bila memenuhi beberapa syarat. Jones mengemukakan beberapa syarat sebagai berikut :

1. Terdapat sejumlah besar pemodal rasional, sebagai price takers, yang secara aktif berpartisipasi dalam menganalisis, menilai, dan memperdagangkan saham.

2. Informasi dapat diperoleh dengan murah (costless) dan tersedia secara luas bagi para partisipan pasar dalam waktu yang hampir bersamaan.

3. Informasi disebarkan secara acak.

4. Pemodal bereaksi secara cepat dan akurat terhadap informasi baru, sehingga harga saham juga bereaksi secara cepat dan akurat. (Jones[1996, hal 270])

Bentuk Pasar Modal yang Efisien

Pasar modal yang efisien didefinisikan sebagai pasar modal yang harga sekuritas-sekuritasnya mencerminkan semua informasi yang relevan. Berdasarkan informasi yang tersedia pada suatu pasar modal tingkat efisiensi pasar modal dapat dibagi dalam 3 bentuk, yaitu : bentuk lemah (weak form), bentuk setengan kuat (semi strong form) dan bentuk kuat (strong form). Pengurutan tingkat efisiensi pasar modal tersebut dilakukan berdasarkan sifat informasi yang dibagi dalam informasi masa lampau, informasi yang dipublikasikan, dan informasi yang belum dipublikasikan (inside trading).

Weak form efficiency (efisiensi bentuk lemah)

Suatu pasar modal dikatakan efisien dalam bentuk lemah bila harga pasar saham dalam pasar modal tersebut merefleksikan secara penuh semua informasi harga di masa lalu. Dalam pasar modal yang efisien bentuk lemah, para pemodal tidak akan mampu memperoleh abnormal return dengan menggunakan trading rules berdasarkan atas informasi harga di waktu yang lalu. Keadaan ini disebut sebagai pola harga masa lalu, dikarenakan harga saham bersifat acak. Penelitian tentang random walk menunjukkan bahwa sebagian besar pasar modal di negara berkembang masih berada pada bentuk lemah.

Jenis informasi yang digunakan sebagai dasar penilai efisiensi bentuk lemah adalah rangkaian perubahan harga histori sekuritas. Jadi pengujian bentuk lemah berusaha mengetahui apakan semua informasi yang terkandung dalam harga historis sekuritas, tercermin seluruhnya dalam harga sekuritas saat ini.

Semi form efficiency (efisiensi bentuk semi kuat)

Tingkat efisiensi kedua adalah di mana harga-harga bukan hanya mencerminkan harga-harga di waktu yang lalu, tetapi semua informasi yang dipublikasikan. Keadaan ini disebut sebagai bentuk efisiensi setengah kuat. Dengan kata lain, para pemodal tidak bisa memperoleh tingkat keuntungan di atas normal dengan memanfaatkan public information. Para peneliti telah menguji keadaan ini dengan melihat peristiwa-peristiwa tertentu seperti, penerbitan saham baru, pengumuman laba dan deviden, perkiraan tentang laba perusahaan, perubahan praktek-praktek akuntansi, merger, dan pemecahan saham. Kebanyakan informasi-informasi ini dengan cepat dan tepat dicerminkan dalam harga saham.

Berbeda dengan pengujian bentuk lemah, maka pengujian bentuk setengah kuat akan menguji apakah informasi-informasi yang tersedia bagi publik lainnya (selain harga historis sekuritas), juga tercermin dalam harga sekuritas saat ini. Jadi pengujian bentuk setengah kuat akan dikaitkan dengan semua informasi publik yang ada.

Strong form efficiency (efisiensi bentuk kuat)

Bentuk efisiensi yang kuat menyatakan bahwa tidak ada satupun informasi yang tersedia baik bagi publik maupun privat yang mengizinkan para pemodal untuk meraih keuntungan yang tidak normal secara konsisten. Bentuk ini menyatakan bahwa harga saham akan melakukan penyesuaian secara cepat terhadap informasi apapun, bahkan informasi yang tidak tersedia bagi semua pemodal (informasi privat) dimana harga tidak hanya mencerminkan semua informasi yang dipublikasikan, tetapi juga informasi yang bisa diperoleh dari analisa fundamental tentang perusahaan dan perkonomian.

Dalam keadaan semacam ini di pasar modal harga saham selalu wajar dan tidak investor yang mampu memperoleh perkiraan yang lebih baik tentang harga saham. Kebanyakan pengujian dalam bentuk ini dilakukan terhadap prestasi berbagai portfolio yang dikelola secara profesional. Studi-studi ini menunjukkan bahwa setelah mempertimbangkan perbedaan risiko, tidak ada suatu lembagapun yang mampu mengungguli pasar secara konsisten dan bahkan perbedaan prestasi masing-masing portfolio tidaklah lebih besar dari apa yang kita harapkan secara kebetulan. Bentuk efisiensi yang kuat bersifat agak ekstrim sehingga belum diterima secara menyeluruh.

Pengujian bentuk kuat berusaha mengetahui apakah semua informasi yang ada, baik yang sudah dipublikasikan maupun yang belum (private information), tercermin dalam harga sekuritas saat ini. (Elton dan Gruber[1991, hal. 339]). Beberapa penulis lain, seperti Fama (1970) hanya menghubungkan pengujian bentuk kuat dengan private information.

METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini dirancang sebagai suatu penelitian empirik dengan menggunakan event study. Untuk dapat mengetahui reaksi pasar modal dalam hal ini : apakah terdapat abnormal return dan abnormal volume yang dihasilkan sehubungan dengan publikasi laporan keuangan tersebut, maka dalam penelitian ini digunakan periode estimasi selama 110 hari perdagangan dan jendela peristiwa selama 21 hari yang terdiri dari : –10 hari untuk mengetahui ada tidaknya kebocoran informasi, 0 hari untuk mengetahui reaksi pasar pada tanggal publikasi laporan keuangan dan 10 hari untuk mengetahui kecepatan reaksi pasar dengan adanya publikasi laporan keuangan.

Beberapa batasan dan asumsi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Peneliti dalam mengamati reaksi pasar modal dalam perubahan harga saham dan volume transaksi perdagangan saham biasa. Dipilih saham biasa karena saham biasa yang paling aktif diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta.

2. Pengertian publikasi laporan keuangan tahunan adalah publikasi laporan keuangan tahunan auditan dari suatu perusahaan melalui surat kabar yang peredarannya bersifat nasional.

3. Tanggal publikasi laporan keuangan tahunan antar perusahaan sangat bervariasi. Analisis dalam penelitian ini didasarkan pada asumsi bahwa perbedaan tanggal publikasi laporan keuangan tahunan tidak menganggu analisis. Hal ini dikarenakan perlunya mengamati perubahan harga saham dan volume perdagangan di seputar tanggal publikasi laporan keuangan tahunan dalam waktu sependek mungkin setelah tanggal publikasi.

4. Reaksi pasar yang diamati dalam penelitian ini adalah reaksi pasar terhadap publikasi laporan keuangan tahunan untuk tahun 1998.

Populasi dan Sampling

1. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah perusahaan go public di Indonesia yang tercatat dan telah menawarkan sahamnya melalui Bursa Efek Jakarta. Penentuan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan judgement sampling dipilih saham-saham dengan cara bertahap :

2. Sampel diambil dari perusahaan yang telah terdaftar di BEJ pada tahun 1997 dan sahamnya aktif diperdagangkan di bursa selama tahun 1997 dan 1998 dengan memakai data dari 36 saham yang likuid berdasarkan SE BEJ No. SE.03/BEJ II.1/1994. (lihat tabel 1)

3. Perusahaan yang mempublikasikan laporan keuangan di BEJ melalui media massa pada tahun 1998.

4. Perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini tidak melakukan kebijakan pemecahan lembar sahamnya (stock split) selama periode yang diamati yaitu 150 hari.

Pengumpulan data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah harga saham harian, indeks harga saham gabungan harian, tanggal publikasi/pengumuman laporan keuangan tahunan di surat kabar, dan daftar kurs efek. Data tersebut dikumpulkan untuk 38 saham yang terpilih sebagai sampel. Data harga saham harian, indeks harga saham ,dan volume perdagangan saham harian yang diperoleh melalui akses internet pada website BEJ www.jsx.co.id. Tanggal publikasi/pengumuman laporan keuangan tahunan perusahaan sampel diperoleh dengan dokumentasi langsung dari arsip-arsip di BEJ dan BAPEPAM.

Pengolahan Data Harga Saham

Data yang telah terkumpul kemudian diolah dengan tahapan pengolahan sebagai berikut :

1. Menghitung return saham harian individual

Rit = (Pit – Pit-1)/Pit-1

dalam hal ini :

Rit

:

return saham masing-masing perusahaan pada t

Pit

:

harga saham masing-masing perusahaan pada t

Pit-1

:

harga saham masing masing perusahaan pada t-1

2. Menghitung return pasar harian :

Rmt = (IHSGt – IHSGt-1)/IHSGt-1

dalam hal ini :

Rmt

:

return pasar

IHSGt

:

indeks harga saham gabungan pada t

IHSGt-1

:

indeks harga saham gabungan pada t-1

3. Meregresikan return saham terhadap return pasar dengan menggunakan Ordinary Least Square dengan persamaan sebagai berikut :

Rij = ai + biRmj + eit

dalam hal ini :

Rij

:

return realisasi saham i pada periode estimasi ke-j.

ai

:

intercept untuk saham I

bI

:

koefisien slope yang merupakan beta dari saham I

Rmj

:

return indeks pasar pada periode estimasi ke-j

eit

:

kesalahan residu saham i pada periode estimasi ke-j, umumnya diasumsikan sama dengan nol.

4. Menghitung return ekspektasi pada periode pengamatan

E(Rit) = ai + bi.Rmt

dalam hal ini :

E(Rit)

:

return ekspektasi saham i pada periode jendela ke-t.

ai

:

intercept untuk saham i

bI

:

koefisien slope yang merupakan beta dari saham i

Rmt

:

return indeks pasar pada periode estimasi ke-t

5. Menghitung abnormal return saham dengan persamaan :

Ait = Rit -E(Rit)

dalam hal ini

Ait

:

abnormal return saham i pada periode t

Rit

:

return realisasi saham i pada periode t

E(Rit)

:

return ekspektasi saham i pada periode jendela ke-t.

clip_image002

6. Menghitung kesalahan standar dari peramalan untuk periode t

dalam hal ini :

Sift

:

kesalahan standar peramalan saham i pada t periode jendela

Sie

:

kesalahan standar estimasi untuk saham i selama periode estimasi

T

:

jumlah hari yang digunakan di dalam persamaan regresi

Rmj

:

return indeks pasar untuk periode j di dalam periode estimasi

Rmt

:

return indeks pasar untuk periode t di dalam periode jendela

Rm

:

rata-rata return indeks pasar rata selama periode estimasi

7. Return tidak normal standarisasi pada t period

SARit = ARit/Sift

dalam hal ini :

SARit

:

standarisasi abnormal return harian saham i pada periode jendela ke t

Ait

:

abnormal return saham i pada periode jendela ke-t

Sift

:

kesalahan standar dari estimasi untuk saham i pada t periode jendela

clip_image004

8. Menghitung standarisasi abnormal return saham harian dari seluruh sampel

dalam hal ini :

SARNt

:

abnormal return harian standarisasi untuk seluruh saham pada periode jendela ke t

SARit

:

abnormal return standarisasi saham i pada periode jendela ke-t

N

:

jumlah saham sampel

clip_image006

9. Menghitung average abnormal return

clip_image008

10. Menghitung cumulative average abnormal return

clip_image010

11. Melakukan uji statistik parametrik uji t dan non parametrik uji Z.

dalam hal ini :

p : proporsi positif abnormal return saham nyata

N : jumlah sekuritas yang diobservasi

Pengolahan Data Volume Perdagangan Saham

Data yang telah terkumpul kemudian diolah dengan tahapan pengolahan sebagai berikut :

1. Meregresikan volume saham i yang diperdagangkan/terdaftar terhadap jumlah volume saham yang diperdagangkan/beredar di pasar dengan menggunakan Ordinary Least Square dengan persamaan sebagai berikut :

clip_image012

dalam hal ini :

PVit

:

logaritma dasar dari saham i yang diperdagangkan dibagi jumlah saham i yang terdaftar di bursa pada hari t.

AI, bi

:

intercept dan slope estimasi

VMKTt

:

Jumlah saham yang diperdagangkan di bursa pada hari t

OSKMTt

:

Jumlah saham yang beredar di bursa pada hari t

eit

:

kesalahan residu

2.

clip_image014

Menghitung standarisasi abnormal return sekuritas dengan persamaan :

dalam hal ini

UVit

:

abnormal volume saham ke i pada hari t

PVit

:

Volume saham sebenarnya ke i pada hari t

PVit

:

Volume saham ekspektasi ke i pada hari –t

STVit

:

standar deviasi residual perusahaan i dari persamaan

3. Menghitung average abnormal volume

4.

clip_image017

Menghitung cumulative average abnormal return

clip_image010[1]

5. Melakukan uji statistik parametrik uji t dan non parametrik uji Z.

dalam hal ini :

p : proporsi positif abnormal return saham nyata

N : jumlah sekuritas yang diobservasi

Pengujian hipotesis

Pengujian hipotesis yang dilakukan sesuai dengan pengolahan data tersebut di atas adalah sebagai berikut :

Hipotesa pertama :

H11 : Publikasi laporan keuangan tahunan tidak berpengaruh terhadap harga saham di BEJ.

Hipotesa kedua :

H12 : Publikasi laporan keuangan tahunan tidak berpengaruh terhadap volume perdagangan saham di BEJ.

Pengujian hipotesis harga saham
Uji t statistik

Dari persamaan regresi dalam tabel 2 selanjutnya dapat diketahui tingkat abnormal return masing-masing saham perusahaan yang menjadi sampel.

Abnormal return menunjukkan adanya reaksi harga saham terhadap publikasi laporan keuangan pada suatu hari tertentu.

Secara umum, langkah-langkah pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Merumuskan hipotesis nol (HO) dan Hipotesis alternatif (H1). Secara statistika, hipotesis tersebut dirumuskan sebagai:

H0 : SARNt = 0

H1 : SARNt ¹ 0

2. Sesuai dengan bentuk rumusan hipotesis di atas, untuk menguji hipotesis tersebut digunakan distribusi t.

3. Menentukan taraf nyata a, dalam penelitian ini a ditetapkan sebesar 5% Sesuai dengan bentuk rumusan hipotesis di atas, untuk menguji hipotesis tersebut digunakan distribusi t dengan taraf nyata a sebesar 0,05 secara dua arah.

4. Menentukan kriteria penerimaan atau penolakan terhadap Ho. Secara statistika, kriteria tersebut dirumuskan sebagai berikut :

Ho ditolak bila t tabel(a,df) < t hitung > t tabel(a,df)

Ho diterima bila t tabel(a,df) > t hitung < t tabel(a,df) df = n – 1 atau 38 –1 = 37

Kesimpulan hipotesis. Berdasarkan data pada tabel 4 semua nilai SARNt selama 21 hari yang diamati, berada pada rentang nilai antara –t (a/2 : df) yaitu - 2,0262 sampai dengan t (a/2 : df) yaitu 2,062. Gambaran ini menunjukkan bahwa Ho diterima dan H1 ditolak.

Nilai rata-rata abnormal return standarisasi (SARNt)kemudian diuji dengan t statistik . Jika t statistik < t tabel maka Ho diterima dan H1 ditolak, dengan derajat kepercayaan 5% uji dua sisi ; 2,0262. Dari tabel diatas nampak pada t-1 nilai t statistik lebih signifikan dari pada hari lainnya hal ini diduga pasar modal dalam lebih awal mengantisipasi informasi laporan keuangan tahunan dan pada t1 pasar bereaksi lebih signifikan dibandingkan 1 hari sebelumnya yaitu t0. (tanggal publikasi laporan keuangan tahunan)

Uji Z statistik

Langkah-langkah pengujian hipotesis dengan uji Z statistik dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Merumuskan hipotesis nol (HO) dan Hipotesis alternatif (HA). Secara statistika, hipotesis tersebut dirumuskan sebagai:

H0 : AARt = 0

HA : AARt ¹ 0

Sesuai dengan bentuk rumusan hipotesis di atas, untuk menguji hipotesis tersebut digunakan distribusi Z.

2. Menentukan taraf nyata a, dalam penelitian ini a ditetapkan sebesar 5% Sesuai dengan bentuk rumusan hipotesis di atas, untuk menguji hipotesis tersebut digunakan distribusi Z dengan taraf nyata a sebesar 0,05 secara dua arah.

3. Menentukan kriteria penerimaan atau penolakan terhadap Ho. Secara statistika, kriteria tersebut dirumuskan sebagai berikut :

Ho ditolak bila Z tabel(a/2) < Z hitung > Z tabel(a/2)

Ho diterima bila Z tabel(a/2) > Z hitung < Z tabel(a/2)

Kesimpulan hipotesis. Berdasarkan data pada tabel 5. semua nilai AAR selama 21 hari yang diamati, berada pada rentang nilai antara Z(a/2) yaitu – 1,96 sampai dengan Z(a/2) yaitu 1,96. Gambaran ini menunjukkan bahwa Ho diterima dan H1 ditolak. Yang berarti publikasi laporan keuangan tahunan mempengaruhi perubahan harga saham yang terjadi di pasar modal.

Rata-Rata Kumulatif Abnormal Return

Karena reaksi tersebut dapat terjadi selama beberapa hari, maka selain rata-rata abnormal return juga dihitung rata-rata kumulatif abnormal return yang merupakan penjumlahan average abnormal return selama periode jendela. Dengan demikian CAAR menunjukkan total reaksi harga selama periode jendela seperti dalam gambar 1.

Dari gambar 1 tersebut menunjukkan adanya lonjakan reaksi harga pada saat sebelum dipublikasikan laporan keuangan tahunan t-1 sepertinya informasi dalam laporan keuangan telah lebih awal diketahui oleh pelaku pasar modal dengan suatu media selain surat kabar. Pada hari t0 reaksi harga menunjukan penurunan sebesar –0,01135 dan setelah t0 pada hari t1 menunjukkan adanya peningkatan reaksi harga sebesar 0,00316.

Rata-rata kumulatif abnormal return selama 10 hari sebelum publikasi lebih tinggi daripada rata-rata kumulatif abnormal return selama 10 hari setelah publikasi laporan keuangan. Hal ini menunjukkan investor responsif terhadap informasi yang dimuat dalam laporan keuangan dikarenakan informasi yang terkandung didalamnya merupakan suatu berita/informasi yang baru yang diperlukan bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi di pasar modal, atau dengan kata lain pasar efisien secara informasi dalam menyerap kandungan informasi dari laporan keuangan tahunan yang dipublikasikan.

Pengujian hipotesis volume perdagangan saham
Uji t statistik

Dari persamaan regresi dalam tabel 3 selanjutnya dapat diketahui tingkat abnormal volume masing-masing saham perusahaan yang menjadi sampel.

Abnormal volume menunjukkan adanya reaksi volume perdagangan saham terhadap publikasi laporan keuangan pada suatu hari tertentu.

Secara umum, langkah-langkah pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Merumuskan hipotesis nol (HO) dan Hipotesis alternatif (H1). Secara statistika, hipotesis tersebut dirumuskan sebagai:

H0 : SUVt = 0

H1 : SUVt ¹ 0

Sesuai dengan bentuk rumusan hipotesis di atas, untuk menguji hipotesis tersebut digunakan distribusi t.

2. Menentukan taraf nyata a, dalam penelitian ini a ditetapkan sebesar 5% Sesuai dengan bentuk rumusan hipotesis di atas, untuk menguji hipotesis tersebut digunakan distribusi t dengan taraf nyata a sebesar 0,05 secara dua arah.

3. Menentukan kriteria penerimaan atau penolakan terhadap Ho. Secara statistika, kriteria tersebut dirumuskan sebagai berikut :

Ho ditolak bila t tabel(a,df) < t hitung > t tabel(a,df)

Ho diterima bila t tabel(a,df) > t hitung < t tabel(a,df) df = n – 1 atau 38 –1 = 37

Kesimpulan hipotesis. Berdasarkan data pada tabel 6 semua nilai SUVt selama 21 hari yang diamati, berada pada rentang nilai antara –t (a/2 : df) yaitu - 2,0262 sampai dengan t (a/2 : df) yaitu 2,062. Gambaran ini menunjukkan bahwa Ho diterima dan H1 ditolak.

Nilai rata-rata volume perdagangan tidak standarisasi (SUVt) kemudian diuji dengan t statistik . Jika t hitung < t tabel maka Ho diterima dan H1 ditolak, dengan derajat kepercayaan 5% uji dua sisi ; 2,0262 dan nampaknya pasar modal Indonesia efisien maka pada t0 diperkirakan lebih besar dari nol. Dari tabel diatas nampak pada t0 nilai t signifikan dari pada hari lainnya hal ini diduga pasar modal dalam lebih awal mengantisipasi informasi laporan keuangan tahunan dan pada t1 pasar bereaksi lebih signifikan dibandingkan 1 hari sebelumnya yaitu t0. (tanggal publikasi laporan keuangan tahunan)

Uji Z statistik

Langkah-langkah pengujian hipotesis dengan uji Z statistik dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Merumuskan hipotesis nol (HO) dan Hipotesis alternatif (HA). Secara statistika, hipotesis tersebut dirumuskan sebagai:

H0 : SUVt = 0

HA : SUVt ¹ 0

Sesuai dengan bentuk rumusan hipotesis di atas, untuk menguji hipotesis tersebut digunakan distribusi Z.

2. Menentukan taraf nyata a, dalam penelitian ini a ditetapkan sebesar 5% Sesuai dengan bentuk rumusan hipotesis di atas, untuk menguji hipotesis tersebut digunakan distribusi Z dengan taraf nyata a sebesar 0,05 secara dua arah.

3. Menentukan kriteria penerimaan atau penolakan terhadap Ho. Secara statistika, kriteria tersebut dirumuskan sebagai berikut :

Ho ditolak bila Z tabel(a/2) < Z hitung > Z tabel(a/2)

Ho diterima bila Z tabel(a/2) > Z hitung < Z tabel(a/2)

Kesimpulan hipotesis. Berdasarkan data pada tabel 7 semua nilai SUVit selama 21 hari yang diamati, berada pada rentang nilai antara Z(a/2) yaitu – 1,96 sampai dengan Z(a/2) yaitu 1,96. Gambaran ini menunjukkan bahwa Ho diterima dan H1 ditolak. Yang berarti publikasi laporan keuangan mempengaruhi perubahan volume perdagangan saham yang terjadi di pasar modal.

Rata-Rata Kumulatif Volume Perdagangan Abnormal

Karena reaksi tersebut dapat terjadi selama beberapa hari, maka selain rata-rata abnormal return juga dihitung rata-rata kumulatif abnormal volume yang merupakan penjumlahan rata-rata abnormal volume selama periode jendela. Dengan demikian rata-rata kumulatif abnormal volume menunjukkan total reaksi volume perdagangan selama periode jendela seperti dalam gambar 2.

Dari gambar 2 tersebut nampak kumulatif rata-rata abnormal volume menunjukkan gejala yang sama dengan rata-rata kumulatif abnormal return, investor Bursa Efek Jakarta responsif terhadap informasi laporan keuangan yang masuk dalam pasar, atau dengan kata lain pasar efisien dalam menyerap informasi laporan keuangan yang dipublikasikan.

Adanya lonjakan reaksi volume perdagangan pada saat sebelum dipublikasikan laporan keuangan sepertinya informasi dalam laporan keuangan telah digunakan lebih awal diketahui oleh para pelaku pasar modal dengan menggunakan suatu media selain surat kabar. Lonjakan abnormal volume secara kumulatif puncaknya terjadi pada t-1, pada saat dipublikasikannya laporan keuangan tahunan t0 abnormal volume secara kumulatif turun hingga mencapai titik 0,06053 dan setelah dipublikasikannya laporan keuangan harga saham menunjukkan reaksi yang negatif. Rata-rata kumulatif abnormal volume selama 10 hari sebelum publikasi lebih tinggi daripada rata-rata kumulatif abnormal volume selama 10 hari setelah publikasi laporan keuangan. Hal ini menunjukkan investor responsif terhadap informasi yang dimuat dalam laporan keuangan dikarenakan informasi yang terkandung didalamnya merupakan suatu berita/informasi yang baru yang diperlukan bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi di pasar modal.

ANALISIS HASIL PENELITIAN

Penelitian ini merupakan studi yang mempelajari reaksi pasar modal terhadap suatu peristiwa dengan dipublikasikannya laporan keuangan emiten di BEJ. Jika publikasi laporan keuangan tahunan mengandung informasi, maka diharapkan pasar akan bereaksi pada waktu publikasi tersebut diterima oleh pasar. Reaksi pasar yang ditunjukkan dengan adanya abnormal return dan abnormal volume yang diakibatkan oleh publikasi laporan keuangan tahunan melalui media massa.

Investor dalam menginterprestasikan reaksinya dari publikasi laporan keuangan tahunan secara berbeda dalam hal harga sekuritas maupun volume perdagangan. Perubahan harga sekuritas menunjukkan refleksi agregasi atau keyakinan investor umumnya terhadap sekuritas yang diperdagangkan sedangkan perubahan volume perdagangan menunjukkan refleksi tindakan investor atau jumlah aktivitas seluruh perdagangan di pasar modal.

Morse (1981) dan Bamber (1987) menyatakan reaksi pasar terjadi pada t-1 dan t0 berlanjut hingga t2 . Jogiyanto (1998) menyatakan suatu pasar dikatakan efisien jika waktu penyesuaian harga keseimbangan yang baru dilakukan dengan cepat pada hari t1 dan suatu pasar dikatakan tidak efisien jika kecepatan penyesuaian cukup lama yaitu pada hari t2. Jika hari t2 berlarut-larut dan cukup lama, hal ini menunjukkan indikasi adanya distribusi informasi yang belum simetris, yaitu hanya beberapa investor saja yang mendapatkan informasi yang bersangkutan.

Rata-rata abnormal return standarisasi pada tabel 4 menunjukkan pada hari t-1 dan t1 menunjukkan abnormal return yang positif dan hasil uji statistik menunjukkan nilai t hitung pada t-1 lebih signifikan daripada nilai t hitung pada t1. Pada t0 nilai t hitung menunjukkan nilai yang lebih rendah dibanding nilai t hitung pada hari t-1 dan t1. Hasil ini membuktikan bahwa informasi laporan keuangan tahunan berpengaruh terhadap perubahan harga saham. Dari data pada tabel 4 menggambarkan adanya peningkatan sebesar 2,26% rata-rata abnormal return selama 10 hari sebelum publikasi dan 10 hari setelah publikasi laporan keuangan. Peningkatan tersebut menandakan sedikitnya dengan publikasi laporan keuangan pasar telah merespon informasi laporan keuangan yang dipublikasikan .

Gambar 1 menunjukkan bahwa CAAR perusahaan yang mempublikasikan laporan keuangan tahunannya secara relatif mempunyai nilai negatif dimulai hari t–9 hingga t–2 sebelum publikasi laporan keuangan tersebut. Peningkatan CAAR terjadi pada t–1 hari dan t1 hari setelah publikasi laporan keuangan , kemudian setelah t2 CAAR cenderung turun hingga t9.

Adanya lonjakan abnormal volume perdagangan saham pada t-1 sebelum publikasi laporan keuangan. Pada t0 abnormal volume yang diperoleh adalah sebesar 0,06053. Dalam tabel 6 menunjukkan adanya peningkatan sebesar 1,63% rata-rata abnormal volume selama 10 hari sebelum publikasi dan 10 hari setelah publikasi laporan keuangan tahunan. Peningkatan tersebut menandakan adanya pengaruh dari publikasi laporan keuangan pasar telah merespon informasi yang disajikan dalam laporan keuangan tahunan yang dipublikasikan. Gambar 2 menunjukkan bahwa rata-rata kumulatif volume abnormal dari perusahaan yang mempublikasikan laporan keuangan tahunannya secara relatif mengalami penurunan hingga t2 setelah publikasi laporan keuangan dan penurunan volume abnormal dimulai pada saat diumumkannya laporan keuangan pada hari t0. Fluktuasi volume abnormal setelah t-1 berubah drastis cenderung turun hingga titik yang paling rendah yaitu pada hari t2.

Setelah dilakukan analisis atas reaksi pasar diperoleh fakta terdapat lonjakan abnormal volume dibandingkan dengan lonjakan abnormal return. Dari hasil pengujian hipotesis menunjukkan baik abnormal return maupun volume abnormal dipengaruhi oleh publikasi laporan keuangan tahunan, dalam uji statistik parametrik dan uji statisitik non parametrik perubahan harga lebih signifikan dibandingkan dengan perubahan volume perdagangan saham. Hasil ini konsisten dengan yang telah dilakukan oleh Morse (1981).

Pendapat Morse (1981) lonjakan perubahan harga dan volume yang terjadi pada t-1 disebabkan adanya misspecification public announcement karena informasi laba seringkali diumumkan sehari sebelum pengumuman pada Wall Streets Journal melalui sistem pencatatan data yang masuk ke bursa dan hal ini sejalan dengan pendapat Blake (1990) dalam pengujian bentuk pasar efisien setengah kuat umumnya reaksi pasar terjadi pada hari t-1 dikarenakan keputusan investor didasarkan atas informasi yang termuat dalam stocks broker reports yang lebih cepat pemunculannya dibandingkan dengan media pengumuman laporan keuangan lainnya. Sedangkan pendapat Ball & Brown (1968) menyatakan bahwa para pelaku pasar modal telah mengetahui sebagian besar informasi yang dimuat dalam laporan keuangan auditan dari sumber media lain yang lebih cepat yang mencakup laporan keuangan interim. Sedangkan menurut peneliti lonjakan perubahan harga dan volume yang terjadi pada t-1 di Bursa Efek Jakarta disebabkan teknologi informasi yang digunakan oleh media massa karena hampir semua media massa yang mempunyai peredaran secara nasional membuka layanan on-line sehingga berita/informasi yang akan diberitakan sudah dapat diketahui dengan cepat sehari sebelum dipublikasikannya media massa tersebut. Hal ini tidak menutup kemungkinan para investor menggunakan jasa teknologi informasi tersebut dalam pengambilan keputusannya dengan cepat.

Dari hasil secara keseluruhan menandakan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan berguna dalam keputusan investasi di pasar modal Indonesia, dengan kata lain Bursa Efek Jakarta memenuhi bentuk efisiensi setengah kuat untuk tahun 1997.

KESIMPULAN

Setelah dilakukan analisis atas reaksi harga saham dan volume perdagangan saham atas publikasi laporan keuangan tahunan di Bursa Efek Jakarta untuk tahun 1997, dapat ditarik kesimpulan , yaitu :

1. Dengan menggunakan pendekatan market model yang digunakan oleh Peterson (1989), Cready dan Mynatt (1991) dan Bamber (1987) dengan menggunakan sampel yang terbatas dapat menggambarkan kondisi pasar modal yang sebenarnya. Sehingga dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bursa Efek Jakarta memenuhi kriteria sebagai suatu pasar modal efisien setengah kuat untuk tahun 1998.

2. Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan tahunan berguna bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi di pasar modal Indonesia dalam hal ini Bursa Efek Jakarta. Adanya reaksi pasar yang berupa lonjakan harga saham dan volume perdagangan dengan adanya publikasi laporan keuangan. Hal ini dikarenakan informasi yang termuat dalam laporan keuangan tahunan masih dianggap sebagai informasi/berita yang baru di pasar modal.

3. Lonjakan rata-rata kumulatif abnormal volume lebih tinggi daripada rata-rata kumulatif abnormal return. Pengaruh publikasi laporan keuangan terhadap harga saham kurang signifikan dibandingkan dengan volume perdagangan.

4. Publikasi laporan keuangan tahunan melalui media massa, nampaknya berpengaruh di dalam pengambilan keputusan investasi karena sebelum dipublikasikan di media massa para pelaku pasar modal telah menunjukkan reaksi pasar yang positif diduga hal ini selain media massa investor menggunakan juga media lainnya melalui teknologi informasi seperti internet.

SARAN-SARAN

Berdasarkan kesimpulan di atas ternyata investor bereaksi atas publikasi laporan keuangan Beberapa saran penulis, mengingat bahwa informasi akuntansi mempengaruhi preferensi investor untuk menyusun dan merubah portfolionya, saran-saran yang ingin diajukan adalah sebagai berikut :

1. Untuk mereka yang berminat melakukan penelitian di bidang keuangan. Hasil penelitian ini bersifat tentatif, oleh karena itu perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui sejauh mana pasar modal bereaksi terhadap informasi akuntansi, dalam penelitian lebih lanjut perlu pemilihan sampel yang lebih ketat untuk dapat meminimalkan distorsi informasi dalam melihat reaksi pasar atas informasi akuntansi serta meneliti hubungan antara perubahan harga dan perubahan volume perdagangan saham yang diakibatkan oleh adanya publikasi/pengumuman informasi akuntansi.

2. Dalam kondisi pasar modal efisien setengah kuat, penulis menyarankan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti sumber-sumber informasi yang digunakan oleh investor dalam pengambilan keputusan investasi.

3. Untuk Bapepam dan PT BEJ. Salah satu syarat supaya suatu informasi berguna adalah penyajian informasi yang tepat waktu. Oleh karena itu, barangkali BAPEPAM dan PT BEJ dapat mengeluarkan aturan baru yang dapat mendorong emiten untuk mempercepat penyajian laporan keuangan tahunan kepada publik melalui media lain selain media massa.

DAFTAR PUSTAKA

Abdelsalam, Mahmoud dan Diane Satin,”The Effect of Published Corporate Financial Reports on Stock Trading Volume in Thin Market : A Study of Saudi Arabia,” The International Journal of Accounting, Vol. 26 (1991), hal. 302-313.

Ball, R. J., dan P. Brown, “ An Empirical Evaluation of Accounting Income Numbers,” Journal of Accounting Research 6 (Autumn 1968), hal. 159-178.

Ball, Ray dan S.P. Kothari,”Security Returns Around Earnings Announcements,”The Accounting Review 66 (October 1991), hal. 718-738.

Bamber, Linda Smith,”The information Content of Annual Earning Release : A Trading Volume Approach,” Journal of Accounting Research¸ (Spring 1986), hal 40-55.

__________________,”Unexpected Earning, Firm Size and Trading Volume Around Quarterly Earning Announcements,”The Accounting Review, (July 1987), hal.510-531.

__________________ dan Cheon, Youngsoon Susan,”Differential Price and Volume to Accounting Earning Announcements,”The Accounting Review¸ (July 1997), hal 417-441.

Basu, Sudipta,”The conservatism principle and the asymmetric timeliness of earnings,” Journal of Accounting and Economics 24 (1997), hal. 3-37.

Beaver, William H,”Market Efficiency,”The Accounting Review (January 1981), hal. 23-37.

Beaver, William H, Mary Lea McAnally, dan Christopher H. Stinson., “The Information contents of earnings and prices : A simultaneous equation approach,” Journal of Accounting and Economics 23 (1997), hal.53-81.

Blake, David, Financial Market Analysis, Singapore: Mc Graw Hill Book Co., 1990.

Brown, Philip,”The impact of the annual net profit report on the stock market,” The Australian Accountant (July 1970), hal. 277-283.

Brown, S.J., dan J. B. Warner,”Using Daily Stock Returns : The Case of Event Studies,” Journal of Financial Economics 14 (1985), hal 3 –31.

Cready, William M., dan Patricia G. Mynatt,”The Information Content of Annual Reports : A Price and Trading Response Analysis,” The Accounting Review 66 (April 1991), hal. 291-312.

Demski, Joel S., dan Gerald A. Feltham,”Market response to financial reports,”Journal of Accounting and Economics 17 (1994), hal. 3-40.

FASB, Statements of Financial Accounting Concepts, 1978.

Foster, George, Financial Statement Analysis, Second Edition, New Jersey : Prentice-Hall International, Inc., 1986.

Hartono, Jogiyanto,Teori Portfolio dan Analisis Investasi, Edisi Pertama, Yogyakarta : BPFE, 1998.

Hartono, Jogiyanto,”Bias Dari Penggunaan Model di MBAR,”Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia 14 (1999), hal. 28-36.

Hendriksen, Eldon S. dan Van Breda, Michael F, Accounting Theory, fifth edition, Homewood : Richard D. Irwin, Inc., 1992.

Husnan, Suad, Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas, Edisi Kedua, Yogyakarta : UPP AMP YKPN, 1994.

Husnan, Suad., Mamduh M. Hanafi, dan Amin Wibowo, “Dampak Pengumuman Laporan Keuangan Terhadap Kegiatan Perdagangan Saham dan Variabilitas Tingkat Keuntungan,” Kelola 11 (1996), hal. 110-125.

Kim, Oliver dan Verrecchia, Robert E, “Trading Volume and Price Reactions to Public Announcements,” Journal of Accounting Research 29 (Autumn 1991), hal. 302-321.

_____________________________________, “Market liquidity and volume around earnings announcements,” Journal of Accounting and Economics 17 (1994), hal. 41-67.

Morse, Dale,”Price and Trading Volume Reaction Surrounding Earnings Announcements : A Closer Examination,” Journal of Accounting Research, 19 (Autumn 1981), hal. 374-383.

Paton, W.A., dan Littleton, A.C, An Introduction to Corporate Accounting Standards, American Accounting Association, 1970.

Peterson, Pamela P, Event Studies : A Review of Issues and Methodology, Copyright, University of Nebraska-Lincoln, 1989.

Ro. Byung T, “The Disclosure of Replacement Cost Accounting Data and Its Effect on Transaction Volumes,” The Accounting Review, Januari 1981, hal. 71-84.

___________ , “The Disclosure of Replacement Cost Accounting Data and Its Effect on Transaction Volumes : A Reply ,” The Accounting Review, Januari 1981, hal. 181-87.

Stice, Earl K, “The Market Reaction to 10-K and 10-Q Filings and to Subsequent The Wall Street Journal Earning Announcement,” The Accounting Review, January 1991, hal. 42-55.

Scott, William R, Financial Accounting Theory, New Jersey : Prentice-Hall International, Inc., 1997.

Schroeder, Richard G., and Myrtle Clark, Accounting Theory – Text and Reading, New York : John Wiley & Sons, Inc., 1995.

Watts, Ross L. dan Zimmerman, Jerold L, Positive Accounting Theory, New Jersey : Prentice-Hall, Inc., 1986.

Wonnacott, Ronald J., and Thomas H. Wonnacott, Introductory Statistics, Fifth Edition, New York : John Wiley & Sons, 1990.

~ by dikdiksalehsadikin on January 28, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: