Pemahaman Sejarah dan Lingkungan Untuk Pengembangan Akuntansi

Sejarah akuntansi memungkinkan akuntan untuk memahami keadaan sekarang dengan lebih baik dan melakukan prakiraan keadaan masa yang akan datang. Sejarah akuntansi memberi pengetahuan kepada akuntan mengenai peristiwa-peristiwa akuntansi yang terjadi pada masa lalu. Berdasarkan pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa penting yang telah terjadi akuntan diharapkan dapat memahami mengapa suatu peristiwa terjadi pada saat ini dan meramalkan peristiwa-peristiwa penting yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Penelitian kesejarahan oleh akuntan dapat menghasilkan suatu kesempatan yang berarti untuk studi yang bernilai dan menantang sehingga darinya dapat diharapkan peningkatan kemampuan yang dimiliki akuntan dalam membuat pertimbangan, pemikiran dan penilaian secara lebih luas dan berdasarkan informasi dengan lebih lengkap.

SEJARAH AKUNTANSI

Timbulnya Double Entry Bookkeeping

Pada masa peradaban kuno dalam periode Egyption dan Babylonia (3000 BC s.d 1000 BC), bendahara kerajaan sudah membuat catatan sebagai pertanggungjawaban pada Raja. Demikian pula para pedagang di Babylonia melakukan pencatatan yang sederhana atas penerimaan kepingan tanah liat dan barang yang diterima serta mencatat pengeluaran, pendapatan, pinjaman yang diberikan. Pencatatan yang sederhana juga dilakukan pada periode yang sama oleh orang-orang Yunani dan Roma.

Adanya golongan pedagang pada peradaban kuno menunjukkan sudah ada motivasi individu untuk mencari keuntungan bagi kesejahteraan ekonominya. Motivasi ini diistilahkan capitalistic Spirit yaitu semangat untuk mendapatkan keuntungan. Sejumlah kota menjadi pusat perdagangan pada peradaban kuno antara lain Athena, Somas, dan Vinece. Pada abad pertengahan sejalan dengan perkembangan lingkungan perdagangan bermotivasi capitalistic spirit mengakibatkan pertumbuhan bisnis.

Pada akhir abad ke 13, hubungan Eropa dan Asia menyebabkan timbulnya banyak permintaan baik jenis maupun jumlahnya terhadap produk. Selain itu juga karena pertumbuhan jumlah penduduk, sehingga timbul penawaran tenaga kerja. Keadaan ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Penemuan teknologi baru, yaitu metal, mendorong pengusaha untuk menciptakan produk baru, menambah produk dan lain-lain.

Terdapat tiga dorongan yang membentuk dan mengembangkan usaha yaitu capitalistic spirit, certain economic events dan certain technological innovations. Ketiga dorongan tersebut membentuk social forces.[1]

Pada tahun 1494 dipublikasikan buku pertama double entry book-keeping oleh Luca Pacioli. Buku Luca Pacioli sangat berpengaruh pada pengembangan pengetahuan double entry book-keeping. Buku ini melakukan pencatatan-pencatatan sederhana yang menjadi dasar pengembangan akuntansi.

Pada abad ke 15 kekuatan ekonomi berada di Italia dan Inggris, pemerintah di kedua negara ini mengatur semua kegiatan bisnis. Namun pada abad ke 18 berkembang suatu prinsip baru yaitu ketika Adam Smith mempublikasikan The Wealth of Nation, 1776. Pada masa itu disebut kapitalisme dengan dua karakteristik yaitu profit making dan economic rationally. Keadaan ini dikenal dengan revolusi industri.

Double entry bookkeeping adalah suatu teknologi untuk mendorong perkembangan kapitalisme. Menurut Sombart, terdapat dua alasan mengapa double entry memberi sumbangan dalam pertumbuhan perusahaan yaitu :

1. Double entry bookkeeping harus dipisahkan antara kekayaan pemilik dan usaha.

2. Double entry bookkeeping mengharuskan gambaran lengkap dari aliran modal dalam perusahaan.[2]

Akibat double entry pada economic rationally untuk menghitung produksi dan konsumsi dari faktor produksi, pencatatan diungkapkan dalam satuan moneter, yang dipakai untuk analisis operasi perusahaan dan merumuskan rencana, membantu mengembangkan conceptual framework untuk menjelaskan sifat ekonomi kapitalis. Dengan demikian double entry bookkeeping memberi informasi yang relevan untuk alokasi sumber daya secara efisien untuk pengambilan keputusan.

Perkembangan Akuntansi

Sampai dengan tahun 1755, sangat sedikit literatur yang bersubjek akuntansi, sebagian besar literatur yang ada berupa terjemahan dan adopsi dari buku Luca Pacioli. Perkembangan accountability knowledge di mulai pada masa revolusi industri. Revolusi industri mempunyai tiga aspek. Aspek pertama revolusi industri menyebabkan peralihan dari produksi domestik ke produksi pabrik. Peralihan ini mengakibatkan pertumbuhan ukuran usaha yang memerlukan modal. Aspek kedua adalah munculnya biaya overhead yang membutuhkan alokasi biaya. Aspek ketiga adalah pertumbuhan sektor industri mengantar pada keadaan over capacity, sehingga dibutuhkan manajer yang berkualitas. Semua ini menciptakan permintaan jasa akuntansi.

Revolusi industri memerlukan modal dari pemilik, sehingga tanggung jawab akuntan menjadi meningkat untuk memenuhi kebutuhan pemeriksaan oleh akuntan publik. Pada awal ke 18, akuntansi dititikberatkan pada neraca. Pada tahun 1850 akuntansi mulai dititikberatkan pada laporan rugi laba. Pergeseran dari titik berat neraca kepada laporan rugi laba merupakan akibat tidak langsung dari pertumbuhan sektor industri. Laporan rugi laba mampu memberi informasi mengenai deviden kepada investor yang telah menanamkan modalnya.

Pada tahun 1875 muncul financial auditing di US dan GB yang sebagian besar modal diperoleh dari lembaga keuangan dan bank, mereka menghendaki pemeriksaan terhadapa laporan keuangan. Akibat industrialisasi pada awal abad ke 19 timbul masalah alokasi biaya, sehingga dikembangkan cost accounting, yang terpisah dari akuntansi keuangan. Tahun 1925 muncul goverment accounting dan tax accounting. Setelah perang dunia pemerintah GB, Swedia mengalami kesulitan keuangan, sehingga dikembangkan cara memungut pajak. Pada tahun 1950 berkembangan management accounting karena pada masa itu dibutuhkan informasi-informasi keuangan untuk kepentingan pihak internal dalam proses pembuatan keputusan. Konsep scientific management yang diperkenalkan oleh F. W. Taylor, memberikan peranan yang besar bagi akuntansi dalam pengukuran biaya, keluaran dan evaluasi bagi manajemen sehingga akuntansi berfungsi sebagai alat pengendalian manajemen. Perkembangan selanjutnya pada sekitar tahun tujuhpuluhan muncul management auditing dan social accounting.

Jenis Pendekatan Sejarah

Ahli sejarah seringkali mendefinisikan pekerjaan mereka secara naratif atau interpretasional. Pendekatan naratif akan membentuk dan atau menggambarkan hal-hal pokok pada fakta-fakta yang ada. Sejarah adalah naratif karena merupakan suatu ceritera yang mengakui adanya keterbatasan-keterbatasan di dalamnya yaitu pemahaman manusia terhadap sejarah tidak sepenuhnya seperti apa yang terjadi. Pendekatan interpretasional melakukan evaluasi hubungan-hubungan dan memberikan interpretasi secara ilmu sosial. Pendekatan naratif murni juga harus melakukan penjelasan dan mencari beberapa cara untuk melakukan prediksi.

Pengertian di atas memberikan suatu bentuk perspektif bukan ahli sejarah untuk melakukan penelitian sejarah dalam akuntansi. Orang yang menilai bahwa sejarah tidak begitu bernilai jika mampu membantu dalam menjelaskan suatu fenomena tapi hanya memberi gambaran saja, merupakan orang yang lebih menyukai sejarah interpretasional. Mereka yang mempunyai kesadaran kesejarahan yang tinggi akan menghargai baik sejarah naratif atau sejarah interpretasional akan menambah pengetahuan mengenai masalah-masalah yang kompleks. Setiap jenis pendekatan sejarah mempunyai kelebihan dan kelemahan. Sejarah naratif menyajikan suatu usaha untuk menambah pengetahuan mengenai elemen-elemen yang telah dicapai manusia pada masa lalu untuk menempatkan masalah-masalah yang ada sekarang ke dalam suatu perspektif yang lebih lengkap. Sejarah interpretasional menekankan pada metode-metode penyelidikan ilmiah dan menghubungkannya dengan teliti ke setiap peristiwa penting yang telah terjadi.

Manfaat sejarah akuntansi

Sejarah akuntansi mendukung penelitian pada jamannya baik dalam perumusan kebijakan, praktik maupun penyusunan standar akuntansi. Sejarah mengenalkan kepada akuntan mengenai masalah-masalah, eksperimen-eksperimen, ide-ide, dan individu-individu yang merupakan warisan akuntan pada masa ini. Sejarah memberi informasi mengenai apa yang telah dicapai sampai dengan hari ini. Sejarah akuntansi juga mendorong cara berpikir kita untuk mempertimbangkan pandangan interdisiplin terhadap akuntansi dan dalam konteks lingkungannya. Penggunaan data sejarah yang relevan membutuhkan kesadaran mengenai batasan-batasan yang dimilikinya dan adapatasi yang diperlukan. Pemahaman sejarah akuntansi akan memberikan manfaat sebagai berikut :

1. Materi sejarah akuntansi dalam pendidikan akuntansi akan membantu mahasiswa untuk memberi informasi dan melakukan analisis fakta-fakta yang telah terjadi pada masa lalu.

2. Pemahaman sejarah akuntansi oleh pembuat standar atau kebijakan akuntansi memungkinkan mereka membentuk suatu framework untuk melacak evolusi dan respons akuntansi terhadap perubahan lingkungannya sehingga dapat dibuat standar akuntansi yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan lingkungan saat itu.

3. Pemahaman sejarah akuntansi bermanfaat bagi para praktisi untuk menentukan praktik-praktik dan metode-metode akuntansi yang baik pada saat ini dan masa yang akan datang.

Pendidikan sejarah akuntansi

Sejarah akuntansi membantu mendekatkan siapa saja yang mempelajari suatu materi akuntansi. Pendidikan formal mengenai sejarah bisnis sebagai suatu bagian materi dalam sekolah bisnis adalah penting karena sejarah bisnis memberi informasi mengenai fakta-fakta yang telah terjadi pada masa lalu. Dalam program doktoral bidang akuntansi, sejarah akuntansi seharusnya menjadi salah satu materi penting untuk lebih memberikan wawasan yang lebih luas kepada mahasiswa mengenai suatu topik akuntansi tertentu. Dengan mempelajari sejarah akuntansi, mahasiswa mempunyai kesempatan melakukan analisis dan interpretasi terhadap perkembangan sejarah teori dan praktik akuntansi pada masa lalu sehingga mereka dapat melakukan penelitian secara lengkap. Penelitian tapa perspektif kesejarahan akan menimbulkan risiko perulangan penelitian-penelitian yang tidak perlu sehingga mengakibatkan pemborosan dana dan waktu. Pengetahuan mengenai sejarah akuntansi memungkinkan mahasiswa untuk melakukan analisis perbandingan suatu topik dari waktu ke waktu.

Sejarah akuntansi sebagai suatu dasar pembuatan standar akuntansi.

Pengetahuan mengenai sejarah akuntansi akan memberikan suatu pengantar pemahaman masalah-masalah akuntansi yang ada sekarang. Pemahaman sejarah akuntansi akan memberikan suatu perspektif untuk membantu para pembuat kebijakan memahami antar hubungan antara keputusan-keputusan kebijakan dan hasil-hasil ekonomi dan politik. Dengan mempelajari sejarah akuntansi dapat dibentuk suatu kerangka kerja untuk melacak evolusi dan respons akuntansi terhadap perubahan lingkungannya sehingga pembuat kebijakan akuntansi dapat membuat standar akuntansi yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan lingkungan saat itu. Pemahaman sejarah juga memberikan pengetahuan mengenai tema-tema politik dan sosial.

Manfaat pemahaman sejarah akuntansi bagi perbaikan praktik akuntansi

Dengan pengetahuan sejarah akuntansi, para praktisi mendapat tambahan wawasan mengenai praktik-praktik dan metode-metode akuntansi yang digunakan pada masa lalu sebagai dasar untuk menentukan praktik-praktik dan metode-metode akuntansi yang baik pada saat ini dan masa yang akan datang. Perubahan bentuk kegiatan, struktur dan keadaan lingkungan membutuhkan perbaikan dan penyesuaian praktik-praktik dan metode-metode yang digunakan sebelumnya atau mengembangkan praktik atau metode akuntansi yang baru.

Keterbatasan penelitian sejarah

Penelitian-penelitian baik yang naratif maupun interpretasional mempunyai keterbatasan-keterbatasan, yaitu :

1. Sejarah naratif mungkin tidak lengkap karena tidak mengungkapkan seluruh fakta yang penting.

2. Sejarah interpretasional mungkin memerlukan revisi jika asumsi-asumsi dan kesimpulan-kesimpulan dibuat dengan fakta-fakta yang tidak lengkap.

Ketidaklengkapan fakta terjadi disebabkan sejarah berhubungan dengan peristiwa-peristiwa yang kompleks sehingga mungkin terdapat fakta-fakta penting yang tidak diketahui dan tidak tersedia ketika kesimpulan dibuat. Keadaan ini mengakibatkan perlunya dibuat asumsi atau interpretasi berdasarkan asumsi tertentu mengenai keadaan lingkungan, institusional, dan individual. Asumsi-asumsi dan interpretasi-interpretasi yang dibuat dapat bersifat personal tergantung pada pengalaman dan pengetahuan pembuatnya. Asumsi-asumsi dan interpretasi-interpretasi yang bersifat personal atau subjektif dapat memberikan hasil penelitian yang bias dan membatasi objektivitas penelitian.

Keterbatasan pada sejarah interpretasi dapat terjadi karena ketidaklengkapan fakta dan pada analisis yang digunakan untuk menentukan penyebab suatu peristiwa. Peneliti mencari apa yang terjadi dan menjelaskan mengapa peristiwa ini terjadi. Fakta-fakta diseleksi dan diorganisasi melalui proses penilaian yang dibatasi oleh waktu dan persepsi peneliti terhadap suatu variabel dalam periode terjadinya. Sejarah tidak menjelaskan penyebab terjadinya suatu peristiwa dengan pasti tapi dapat menunjukkan faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi suatu peristiwa. Analisis terhadap pengaruh faktor-faktor tertentu terhadap suatu peristiwa tidak hanya berupa kemungkinan-kemungkinan saja tapi harus masuk akal. Manfaat sejarah interpretatif tergantung pada apakah interpretasi yang dibuat konsisten dengan fakta yang tersedia.

Lingkungan Akuntansi

Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa perkembangan akuntansi tidak lepas dari lingkungan yang ada disekitarnya. Akuntansi sangat dipengaruhi oleh perubahan sosial, politik, ekonomi dan teknologi. Dalam lingkungan akuntansi terdapat kelompok-kelompok yang mungkin saling berbeda pandangan mengenai informasi yang harus disajikan oleh akuntansi. Kelompok-kelompok yang berkepentingan terhadap akuntansi adalah pemegang saham, kreditur, analisis keuangan, manajemen, auditor, karyawan, pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Perbedaan kepentingan yang terjadi misalnya analisis keuangan meminta suatu informasi tertentu tapi tidak disetujui oleh manajemen keuangan untuk diungkapkan.

Permintaan informasi berasal dari para pemakai kepada dua pihak, yaitu :

1. pembuat laporan keuangan, yang bertanggung jawab atas laporan yang diberikan.

2. pembuat kebijakan akuntansi yang menentukan standar akuntansi dan auditing yang harus dipenuhi oleh para pembuat laporan keuangan.

Sedangkan pengembangan teori akuntansi dilakukan bersama-sama oleh pembuat standar, pembuat laporan keuangan, dan pemakai laporan keuangan. Para pemakai membutuhkan teori akuntansi untuk mendukung keandalan informasi yang diterima untuk pembuatan keputusan. Pembuat laporan dan pembuat standar akuntansi menggunakan teori untuk mendukung pilihan-pilihan mereka mengenai apa yang diungkapkan atau apa yang membutuhkan pengungkapan.

Diantara kelompok-kelompok tersebut terjadi konflik kepentingan mengenai bagaimana pengembangan atau timbulnya suatu teori akuntansi. Suatu kelompok mungkin berpendapat bahwa teori akuntansi muncul dari suatu proses usaha ilmiah karena pengaruh-pengaruh lingkungan. Sedangkan kelompok yang lain berpendapat bahwa teori akuntansi dikembangkan untuk memenuhi permintaan individu-individu atau kelompok-kelompok yang menggunakan teori akuntansi untuk mengejar kepentingan mereka. Teori akuntansi seharusnya dikembangkan untuk mencakup semua masalah yang ada dan yang mungkin akan ada, bukannya sekedar mengantisipasi satu masalah yang mungkin timbul.

Faktor lingkungan yang paling cepat mengalami perubahan adalah teknologi. Perkembangan teknologi informasi sangat cepat menuntut akuntansi melakukan penyesuaian. Perkembangan teknologi informasi bukanlah kendala untuk perkembangan akuntansi. Teknologi memacu perkembangan akuntansi dengan kecepatan yang tinggi sehingga terjadi perubahan proses akuntansi secara drastis. Perkembangan teknologi juga mengubah sistem akuntansi dan auditing. Proses akuntansi manual diubah menjadi komputerisasi dengan tingkat kecepatan, kapasitas, dan keakuratan yang sangat tinggi. Akuntansi mampu menghasilkan informasi dengan lebih rinci dan akurat untuk berbagai kebutuhan bisnis baik untuk efisiensi maupun efektivitas usaha.

Akuntansi harus dinamis dan saling berinteraksi dengan lingkungan. Perubahan lingkungan akuntansi harus diantisipasi dengan cepat dan tepat oleh akuntansi. Akuntan harus selalu memperbaharui pengetahuan dan profesionalismenya untuk mengantisipasi dan bahkan berpartisipasi dalam perubahan lingkungan ke arah yang lebih baik dari keadaan sebelumnya.

Kesimpulan

Pemahaman sejarah akuntansi adalah penting untuk menunjang perkembangan akuntansi karena pemahaman sejarah akuntansi akan membantu mahasiswa akuntansi untuk memperoleh dan menganalisis fakta-fakta masa lalu, membantu pembuat standar dan kebijakan akuntansi untuk melacak dan mehamami evolusi dan respon akuntansi terhadap perubahan lingkungannya, membantu para praktisi akuntansi untuk menentukan praktik dan metode akuntansi yang lebih baik untuk saat ini dan masa yang akan datang.

Penelitian kesejarahan mempunyai keterbatasan-keterbatasan, yaitu sejarah naratif mungkin tidak lengkap karena tidak mengungkapkan seluruh fakta yang penting dan sejarah interpretasional mungkin memerlukan revisi jika asumsi-asumsi dan kesimpulan-kesimpulan dibuat dengan fakta-fakta yang tidak lengkap.

Akuntansi harus dinamis dan saling berinteraksi dengan lingkungan. Perubahan lingkungan akuntansi harus diantisipasi dengan cepat dan tepat oleh akuntansi. Teknologi bukanlah kendala bagi perkembangan akuntansi. Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat sangat membantu akuntansi dalam memberi informasi keuangan secara lebih akurat, cepat, rinci dengan kapasitas yang semakin tinggi. Akuntan harus selalu memperbaharui pengetahuan dan profesionalisme-nya untuk mengantisipasi dan bahkan berpartisipasi dalam perubahan lingkungan ke arah yang lebih baik dari keadaan sebelumnya.

Daftar Pustaka

Bloom, Robert dan Elger, P. T., Accounting Theory & Policy, New York : Harcourt Brace Jovanovich, Inc, 1981.

Most, K. S., Accounting Theory, Ohio : Grid, Inc., 1977.


[1] Vernon Kam, Accounting Theory, Second Edition, (New York : John Wiley and Sons, 1990). p.3.

[2] Ibid. p. 24.

~ by dikdiksalehsadikin on January 28, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: